Demographic Based Development: Keep Learning from the Future Seminar

Thursday, 11 September 2014, Grand Ballroom - The Dharmawangsa Jakarta

History of demography in Indonesia started with a scientific paper of Population written by Prof. Widjojo Nitisastro in 1955 and further developed in his dissertation research, titled “Population Trends in Indonesia. Awareness of the important role of demographics in economic development continues, until Prof. Widjojo Nitisastro along together with three colleagues in FEUI: Prof. Dr. Nathanael Iskandar (Tan Goan Tiang), Prof. Dr. Kartomo Wirosuhardjo, and Dr. Kartono Gunawan, founded the Institute of Demography University of Indonesia, on August 1, 1964.

Institute of Demography has two (2) main objectives:

  1. Assist planners, decision-makers, program implementers, researcher, business people, scholars, practitioners and a wider community in using demographic data and demographic variables in the development context.
  2. In collaboration with other population studies centers, both within and outside the country, to develop a “research culture” qualified in the field of Demography and Population.

Development in Indonesia absolutely requires demographic data as the basis of planning. The entire manipulation potential of the development process stems from population data that are inaccurate. Development of planning should also include efforts to empower (empowering) the entire population of Indonesia in order to enjoy a better quality of life.

The theme of the 50th Anniversary of the Institute of Demography UI is “Keep Learning from The Future”. This theme was chosen because talking about the population means dimensions that include the past, present and future. A wider knowledge on demography allows population projections in order to obtain a demographic condition in the future. Then we can formulate an appropriate policy response and make future planning more accurately matching the dynamics of the population.

Sejarah pemikiran demografi di Indonesia diawali dengan karya tulis ilmiah pertama tentang Kependudukan yang ditulis oleh Profesor Widjojo Nitisastro tahun 1955, dan dikembangkan lebih lanjut dalam penelitian disertasi beliau berjudul Population Trend in Indonesia. Kesadaran akan peran penting demografi dalam pembangunan ekonomi terus berlanjut, hingga Prof. Widjojo Nitisastro bersama dengan ketiga koleganya di FEU I kala itu: Prof. Dr. Nathanael Iskandar (Tan Goan Tiang), Prof. Dr. Kartomo Wirosuhardjo, dan Dr. Kartono Gunawan, mendirikan Lembaga Demografi FEUI pada tanggal 1 Agustus 1964.

Lembaga Demografi FEUI mempunyai dua tujuan pokok:

  1. Membantu para perencana, pengambil keputusan, pelaksana program, peneliti, pelaku bisnis, cendikiawan, praktisi dan masyarakat luas dalam menggunakan …demografi dan variabel demografi untuk konteks pembangunan.
  2. Bekerja sama dengan pusat studi kependudukan lain, baik di dalam maupun di luar negeri, untuk mengembangkan “budaya penelitian” yang berkualitas di bidang Demografi dan Kependudukan.

Pembangunan Indonesia mutlak membutuhkan data kependudukan sebagai basis perencanaan. Seluruh potensi manipulasi dalam proses pembangunan bermula dari data kependudukan yang tidak akurat. Perencanaaan pembangunan juga harus mencakup upaya untuk memberdayakan (empowering) seluruh penduduk Indonesia agar dapat menikmati kualitas hidup yang lebih baik.

Tema yang diangkat dalam rangka peringatan ulang tahun ke-50 Lembaga Demografi FEUI adalah “Keep Learning from The Future”. Tema ini dipilih karena jika kita berbicara mengenai penduduk berarti mencakup dimensi masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Kelebihan ilmu Demografi ialah dimungkinkannya kita menghitung proyeksi penduduk sehingga diperoleh situasi kependudukan di masa depan. Dengan demikian kita dapat menyusun respon kebijakan yang tepat serta membuat perencanaan masa depan yang lebih akurat sesuai dinamika penduduk.

← Back